RSS

Maksimalkan Hidupmu Hari Ini, Sekarang di Ruang Ini

24 Aug

Pada musim semi tahun 1871, seorang anak muda meraih sebuah buku dan membaca 21 kata. Kata-kata yang mampu mengubah dunia. Kata-kata yang mampu mengubah masa depan anak muda ini.Sebagai seorang mahasiswa kedokteran yang sedang ditugaskan di rumah sakit umum Montreal, anak muda ini sedang merasa cemas. Cemas akan masa depannya, cemas bagaimana ujian akhirnya, cemas apa yang akan dilakukan selepas kuliah nanti, kemana Ia akan pergi dan bagaimana cara mencari penghidupan.

Problem ini kerap ditemuio diberbagai belahan dunia. Dua puluh satu kata yang dibaca oleh mahasiswa ini telah membantunya menjadi Dokter ternama di generasinya. Dialah dokter yang mendirikan sekolah kedokteran Johns Hopkins yang sangat terkenal. Ia diangkat menjadi Regius Profesor dalam ilmu kedokteran di Oxford- Yakni senuah gelar tertinggi yang dianugerahkan kepada seorang dokter yang hidup diwilayah kerajaan Inggris.

Nama anak muda itu ialah Sir William Osler. Berikut adalah duapuluh satu kata yang Ia baca pada musim semi tahun 1871. Dua puluh satu kata dari buku karya Thomas Carlyleyang telah membantunya menjalani kehidupan tanpa rasa cemas.

“Urusan utama kita bukanlah untuk melihat apa yang sayup-sayup ada di kejauhan, tapi untuk melakukan apa yang saat ini jelas-jelas ada di tangan”

Empat puluh dua tahun kemudian, pada suatu malam di musim semi yang lembut, Sir William Osler membacakan pidato di depan mahasiswanya di Yale. Ia mengatakan bahwa seorang seperti dirinya  yang telah di angkat menjadi Professor di empat Universitas terkemuka dan telah menulis sebuah buku populer setebal 1466 halamanpasti dianggap memiliki otak yang Jenius dan luar biasa. Tapi Ia mengatakan bahwa teman-temannya yang paling akrab sekalipun akan mengatakan bahwa otaknya termasuk yang biasa-biasa saja.

Lalu apa karenanya rahasia dari keberhasilan Sir william Osler? Ia menyatakan bahwa “Hiduplah di ruangan Khusus Hari ini” Apa maksudnya?

Sebelum melakukan Pidato di Yale Sir William Osler melakukan perjalanan menyeberangi Atlantik dengan menaiki sebuah kapal samudra yang besar , dimana kaptenya yang berdiri di anjungan bisa menekan sebuah tombol dan dan …. simsalabim…. terjadi perputaran mesin-mesin di bawah dan berbagai bagian dari kapal secara otomatis langsung tertutup dari bagian yang lain.

kemudian dalam pidatonya Dokter Osler mengatakan pada mahasiswanya

” Sekarang setiap kalian memiliki susunan yang jauh lebih sempurna di bandingkan dengan kapal tadi, dan kalian terikat perjalanan yang lebih panjang. Apa yang saya anjurkan kepada kalian bahwa kalian harus belajar mengendalikan mesin-mesin kalian, sehingga seolah-olah kalian hidup diruangan khusus hari ini sebagai suatu cara yang pasti untuk menyelamatkan perjalanan kalian.Naiklah keatas anjungan, dan pastikan bahwa kalian semua kapal dan mesin berjalan secara benar dan teratur.Sentuh bagian suatu tombol dan rasakan pada smeua tingkatan kehidupan kalian. Sebuah pintu besi menutup masa lalu kalian. Hari-hari kemarin telah mati.Sentuh yang lain dan buka tirai masa depan.hari-hari esok belum lahir.Maka kalian pun akan aman-aman untuk hari ini.Tutup masa lalu! Biarkan masa lalu yang mati mengubur dirinya sendiri.Matikan masa lalu yang telah menunjukan pada orang-orang bodoh jalan menuju kematian yang sia-sia.Bahkan hari esok ditambah beban hari kemarin hal ini yang akan menjadi penghalang paling kuat.Tutup masa depanmu sekencang masa lalu! Masa depan ditentukan hari ini. Tidak ada hari esok… hari penyelamatan adalah hari ini.’Dokter Osler.

Apakah Dokter Osler hendak mengatakan kepada kita agar jangan melakukan usaha apapun untuk hari esok? Tidak….

Tapi yang diungkapkan Dr Osler adalah bahwa cara terbaik untuk mempersiapkan hari esok adalah dengan mengkonsentrasikan seluruh kecerdasan anda, seluruh semangat anda dalam mengerjakan pekerjaan hari ini.Itulah cara yang paling mungkin untuk mempersiapkamn masa depan.

Seperti sebuah doa Nabi Isan” Berikan kepada kami hari ini , Roti sehari-hari kami.”

di dalam doa tersebut Ia meminta Roti hari ini. Ia tidak mengeluh tentang Roti Basi yang kita makan kemarin.Dan Ia juga tidak mengatakan Oh, Tuhan tanaman gandum kami akhir-akhir ini mengering dan kami mungkin akan mengalami musim kering-lalu bagaimana kami akan makan roti pada musim gugur nanti?

Tidak,,, doa itu mengajarkan kepada kita untuk meminta Roti untuk hari ini saja.

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: